Di tengah hamparan sawah hijau yang membentang, Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, memimpin langsung aksi panen raya padi yang penuh makna. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata keseriusan TNI dalam mengawal dan memperkuat program ketahanan pangan nasional yang ditargetkan pada tahun 2026. Suasana akrab tercipta di lahan Gapoktan Jayamandala, Dusun Ciroyom, Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, pada Jumat, 17 Juli 2026, saat para petani dan prajurit bahu-membahu memanen padi.
Areal persawahan seluas 218 hektare menjadi saksi bisu semangat puluhan ribu bulir padi varietas unggul Inpari 49 yang siap dipanen. Lebih dari 300 peserta, mulai dari perwakilan Kapolda Jawa Barat, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang, Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, S.I.P., M.Han., hingga para petani setempat, turut hadir meramaikan momen penting ini. Kehadiran mereka menegaskan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Mayjen TNI Kosasih dalam pandangannya menyampaikan betapa strategisnya Kabupaten Sumedang sebagai salah satu lumbung padi utama di Indonesia. Ia menekankan bahwa peran daerah ini sangat krusial dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi erat antara TNI, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas dan ketahanan pangan negeri.
“Kabupaten Sumedang merupakan salah satu daerah strategis sebagai lumbung padi yang memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketahanan pangan, ” tegas Mayjen TNI Kosasih.
Wakil Bupati Sumedang tak ketinggalan menyampaikan rasa terima kasihnya atas setiap upaya yang telah terjalin. Ia mengapresiasi kolaborasi yang terus menerus dilakukan oleh semua pihak, yang secara konsisten mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan para petani di wilayahnya.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berhenti pada panen raya semata. Berbagai bentuk dukungan riil turut diberikan, termasuk penyerahan bantuan mesin pemotong padi modern kepada kelompok tani yang sangat membutuhkan, serta pembagian paket sembako untuk meringankan beban masyarakat. Puncak kegiatan turut diwarnai dengan sesi zoom meeting bersama Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yang semakin memperkuat semangat kebersamaan. Panen raya bersama seluruh unsur Forkopimda dan para petani menjadi penutup yang manis, sekaligus menjadi bukti tak terbantahkan akan komitmen bersama dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional serta meningkatkan taraf hidup seluruh masyarakat.

Achmad Sarjono